PGRI POWER Kec. Kota Sumenep: Menggerakkan Guru, Menguatkan Kompetensi, Menyongsong Pembelajaran Berbasis AI
SUMENEP — Semangat transformasi pendidikan berbasis teknologi terus digaungkan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kec. Kota Sumenep. Melalui program PGRI POWER, PGRI Kec. Kota Sumenep menggelar workshop bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pembuatan Media Pembelajaran dan Modul Ajar Berbasis AI”, Sabtu, 12 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Graha Kemahasiswaan Kampus UPI Sumenep tersebut diikuti oleh perwakilan guru dari satuan pendidikan jenjang TK, SD, dan SMP di Kecamatan Kota Sumenep. Setiap lembaga mengirimkan dua orang guru sebagai peserta, sehingga kegiatan tidak sekadar menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi momentum membangun jejaring dan budaya berbagi praktik baik antarguru.
Workshop berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 16.30 WIB. Sejak pagi, para peserta telah hadir untuk melakukan presensi dan mempersiapkan diri mengikuti rangkaian kegiatan. Rundown kegiatan menunjukkan bahwa sesi teknis diawali dengan pengenalan aplikasi AI bagi guru dalam kegiatan pembelajaran, membahas tentang Erunex kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan media pembelajaran dan modul ajar berbasis AI.
Kegiatan semakin menarik karena peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis. Mereka diajak praktik langsung, mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk menghasilkan media pembelajaran dan modul ajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
PadaKegiatan ini menghadirkan 2 narasumber, yaitu Afiatur Rizkiyah, S.Pd., Riskiyah, S.Pd, M.Pd mereka memberikan pendampingan kepada peserta dalam mengenal dan memanfaatkan berbagai aplikasi AI yang relevan dengan kebutuhan guru.
Setelah sesi praktik, peserta tidak berhenti pada tahap menghasilkan produk. Mereka juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja sekaligus melakukan refleksi kegiatan. Tahapan ini menjadi bagian penting karena guru dapat melihat kembali proses yang telah dilakukan, berbagi pengalaman, serta mendapatkan masukan untuk menyempurnakan produk pembelajaran yang telah dibuat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dan penutupan. Dengan demikian, workshop tidak berhenti sebagai kegiatan sehari, tetapi diarahkan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan dikembangkan di satuan pendidikan masing-masing.
Semangat yang dibangun dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa guru di era digital dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensinya. Kehadiran AI bukan semata-mata sebagai teknologi baru, tetapi dapat menjadi salah satu alat yang membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, relevan, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Program PGRI POWER menjadi salah satu ruang bagi guru untuk bergerak bersama. Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memilih, mengembangkan, dan memanfaatkannya secara bijak dalam pembelajaran.
Ketua PGRI Kec. Kota Sumenep beserta jajaran pengurus dan seluruh panitia PGRI POWER Kec. Kota Sumenep menunjukkan kerja nyata dalam menghadirkan ruang pengembangan kompetensi bagi para guru. Mulai dari persiapan, koordinasi, pelaksanaan hingga penutupan, seluruh rangkaian kegiatan menjadi gambaran bahwa sebuah program yang baik lahir dari kekompakan, kolaborasi, dan komitmen bersama.
PGRI POWER pun menjadi lebih dari sekadar sebuah agenda organisasi. Ia menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, kreativitas, dan semangat para guru untuk menjawab tantangan pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat.
Guru TK, SD, dan SMP duduk bersama, belajar bersama, berlatih bersama, kemudian membawa pulang pengalaman untuk dikembangkan di sekolah masing-masing.
Pemanfaatan AI dalam pendidikan memang terus berkembang. Namun, teknologi hanyalah alat. Yang menentukan kebermaknaannya tetaplah guru yang menggunakannya dengan kreativitas, kebijaksanaan, dan keberpihakan kepada kebutuhan murid.
Melalui PGRI POWER, PGRI Kec. Kota Sumenep telah membuka ruang bagi para guru untuk belajar, mencoba, berkarya, merefleksikan, dan menindaklanjuti.
Semangat tersebut sejalan dengan rangkaian kegiatan yang tidak hanya menghadirkan materi, tetapi juga praktik, presentasi hasil kerja, refleksi, hingga rencana tindak lanjut.
Dari sebuah workshop sehari, diharapkan lahir banyak praktik baik di ruang-ruang kelas. Dari guru yang belajar hari ini, diharapkan hadir pembelajaran yang lebih bermakna esok hari.
PGRI POWER Cabang Kota Sumenep: guru berdaya, teknologi bersahabat, pembelajaran semakin hebat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Kec. Kota Sumenep, Bapak Hudi Susila, memberikan sambutan sekaligus penguatan kepada para peserta.
Ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar pelaksanaan workshop dalam kegiatan PGRI POWER Kec. Kota Sumenep. Di balik kegiatan ini terdapat semangat kolektif untuk membangun ekosistem pendidikan yang terus bertumbuh.


